Kasus penganiayaan yang dilakukan Mario Dandy Satriyo (putra dari pejabat Ditjen Pajak) terhadap David Ozora hingga korban mengalami cedera otak parah telah menyulut kemarahan nasional. Viralnya video penganiayaan dan status sosial pelaku vs korban membuat kasus ini menjadi ujian besar bagi penegakan hukum Indonesia.
Publik memantau ketat setiap perkembangan persidangan. Tekanan untuk memberikan vonis yang maksimal dan setimpal sangat tinggi. Kasus ini menyoroti isu klasik: apakah sistem hukum Indonesia benar-benar adil dan buta terhadap status sosial-ekonomi pelaku? Atau ada “privilege” tertentu yang bisa mempengaruhi proses hukum?
Kondisi David Ozora yang masih berjuang pulih di rumah sakit menambah beban moral bagi semua pihak. Keluarga korban tidak hanya menuntut keadilan hukum, tetapi juga pertanggungjawaban moral dan finansial untuk biaya pengobatan jangka panjang David.
Putusan hakim nanti akan menjadi penentu. Vonis yang dianggap terlalu ringan berpotensi memicu krisis kepercayaan publik terhadap hukum. Sebaliknya, proses yang transparan dan vonis yang proporsional dapat mengembalikan sedikit keyakinan bahwa hukum bisa ditegakkan untuk semua kalangan.
Fokus sepakbola Indonesia kini beralih ke tim nasional U-23 yang akan menjalani kualifikasi Piala Asia…
Scroll TikTok, Anda akan banyak menemui konten bertema "pranaviral" — konten yang mensimulasikan kehidupan sebelum…
Dunia teknologi global sedang mengalami "musim dingin" (tech winter). Runtuhnya Silicon Valley Bank (SVB) diikuti…
Beberapa tahun terakhir, frekuensi dan intensitas banjir rob (banjir akibat air laut pasang) di pesisir…
Menyambut bulan Ramadhan, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengeluarkan Surat Edaran yang melarang penyelenggaraan buka…
Pengadilan Negeri Jakarta Selatan telah menjatuhkan vonis 1 tahun 6 bulan penjara terhadap Richard Eliezer…